Manajemen Kas ⏳ 7 Menit Baca

Pengelompokan Transaksi & Evaluasi Saldo

Setelah transaksi dicatat secara harian, saatnya mengelompokkannya per kategori untuk melihat sisa uang tunai dan kewajiban usaha Anda secara riil.

Jurnal Umum yang sudah kita pelajari ibarat kotak masuk (*inbox*) yang berisi semua aktivitas tanpa pandang bulu. Namun, jika Anda ingin tahu, "Berapa sisa saldo kas di bank hari ini?" mencarinya di Jurnal Umum akan sangat merepotkan.

Di sinilah Buku Besar (Ledger) berperan. Proses ini memindahkan (*posting*) catatan dari jurnal ke "laci-laci" khusus (akun) agar Anda bisa melihat mutasi dan saldo akhir setiap pos keuangan.

Format Saldo Rangkap (Bentuk Modern)

Untuk bisnis modern, kita menggunakan format Buku Besar 4 Kolom. Format ini memiliki kolom Saldo yang otomatis dihitung setiap ada transaksi baru, mirip seperti tampilan mutasi rekening di aplikasi *mobile banking* Anda.

Praktik Pemindahan (Posting)

Mari kita lanjutkan studi kasus agensi "EduConsult". Anggaplah ada dua transaksi yang terjadi di minggu pertama:

  • 2 Maret: Setor modal awal ke bank sebesar Rp50.000.000.
  • 5 Maret: Membeli perangkat komputer tunai seharga Rp15.000.000.

Sekarang, kita buatkan "laci" Buku Besar khusus untuk akun Kas Bank guna memantau sisa uang tunai perusahaan.

Nama Akun: KAS BANK Kode Akun: 1-100
Tanggal Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo Akhir (Rp)
Debit Kredit
Mar 2 Setoran Modal Awal 50.000.000 - 50.000.000 -
Mar 5 Beli Komputer (Tunai) - 15.000.000 35.000.000 -

Dengan melihat kolom Saldo di atas, Anda secara instan mengetahui bahwa pada tanggal 5 Maret, sisa uang kas bisnis Anda adalah Rp35.000.000. Pola yang sama akan dibuat untuk memantau nilai aset Peralatan dan nilai Modal Anda.